Minuman Tradisional Penghangat Badan yang Pas di Musim Hujan

Minuman Tradisional Penghangat Badan yang Pas di Musim Hujan

Posted on

Musim hujan sering membawa hawa dingin yang bikin tubuh mudah menggigil sepanjang hari. Saat rintik hujan turun, tak ada yang lebih nikmat selain menikmati minuman tradisional penghangat badan yang menenangkan. Dari jahe hangat, wedang ronde, sampai bandrek khas Sunda, semuanya terasa sempurna menemani suasana.

Selain menghangatkan tubuh, minuman ini juga punya manfaat kesehatan yang tak kalah hebat. Jadi, daripada hanya meringkuk di selimut, kenapa tidak mencoba sajian tradisional yang kaya rasa? Mari kita bahas beberapa minuman tradisional yang pas banget untuk musim hujan.

Wedang Jahe yang Selalu Jadi Favorit

Wedang jahe adalah salah satu minuman tradisional penghangat badan yang tak pernah kehilangan penggemarnya. Rasanya pedas hangat, membuat perut terasa nyaman, dan cocok diminum kapan saja. Jahe dipercaya bisa melancarkan peredaran darah, mengatasi masuk angin, serta membuat tubuh tetap bugar.

Proses membuat wedang jahe juga sangat sederhana dan tidak memerlukan banyak bahan. Cukup rebus jahe yang sudah digeprek bersama gula merah hingga harum. Saat hujan turun, menyeruput wedang jahe hangat bikin hati terasa lebih tenang. Sungguh kombinasi sederhana namun penuh kehangatan alami.

Bandrek Khas Sunda yang Kaya Rempah

Bandrek adalah minuman tradisional penghangat badan khas Sunda yang selalu dicari saat hujan. Minuman ini terbuat dari campuran jahe, serai, kayu manis, cengkeh, dan gula merah. Rasanya pedas manis dengan aroma harum rempah yang begitu khas dan memikat.

Biasanya bandrek juga ditambahkan susu agar rasanya semakin gurih dan creamy. Selain enak, bandrek juga dipercaya ampuh meningkatkan daya tahan tubuh di cuaca dingin. Tak heran minuman ini sering hadir dalam berbagai acara masyarakat Sunda. Secangkir bandrek hangat membuat badan segar dan pikiran terasa lebih rileks.

Wedang Ronde dengan Bola Ketan Hangat

Wedang ronde adalah minuman tradisional penghangat badan khas Jawa Tengah dengan sensasi unik. Minuman ini berisi bola ketan kecil berwarna-warni dengan isian kacang manis yang lezat. Kuahnya terbuat dari jahe hangat, gula, serta daun pandan yang harum semerbak.

Sensasi menggigit bola ketan yang kenyal membuat wedang ronde berbeda dari minuman lainnya. Wedang ronde biasanya dijual di pinggir jalan saat malam hari turun hujan. Kehangatan kuah jahe berpadu dengan bola ketan membuat hati terasa bahagia. Tak hanya menghangatkan, minuman ini juga menghadirkan kenangan masa kecil yang manis.

Sekoteng Hangat yang Bikin Kenyang

Sekoteng adalah minuman tradisional penghangat badan yang berasal dari Jawa Tengah juga. Minuman ini berisi campuran kacang tanah, potongan roti tawar, kolang-kaling, dan jahe hangat. Rasanya manis gurih sekaligus mengenyangkan karena isiannya lumayan banyak dalam satu mangkuk.

Biasanya sekoteng dijajakan malam hari dengan gerobak di jalanan ramai kota. Aroma jahe berpadu dengan kacang tanah hangat menciptakan kombinasi rasa yang bikin nagih. Tak heran banyak orang rela antre demi menikmati semangkuk sekoteng panas. Ketika hujan turun, sekoteng menjadi pilihan tepat untuk mengisi perut sekaligus menghangatkan badan.

Bajigur yang Lembut dan Nikmat

Bajigur adalah minuman tradisional penghangat badan khas Jawa Barat dengan rasa manis gurih. Terbuat dari santan, gula aren, jahe, serta sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa. Bajigur biasanya disajikan hangat bersama camilan seperti pisang rebus, ubi, atau singkong kukus.

Teksturnya lembut dan rasanya menenangkan, sangat cocok menemani sore hujan. Keharuman santan berpadu gula aren membuat bajigur terasa khas dan sangat otentik. Selain lezat, bajigur juga dipercaya mampu menjaga stamina tubuh di cuaca dingin. Tak heran banyak orang masih mencari bajigur meski minuman modern semakin menjamur.

Dan Juga yang Menghangatkan Hati

Minuman tradisional penghangat badan bukan hanya sekadar pelepas dahaga, melainkan juga sarat makna. Setiap cangkir menghadirkan rasa hangat, kebersamaan, dan nostalgia akan budaya kuliner nusantara. Wedang jahe, bandrek, ronde, sekoteng, hingga bajigur membuktikan kekayaan tradisi minuman Indonesia.

Saat musim hujan datang, tubuh dan hati seolah menemukan pelukan dari secangkir minuman. Jadi, daripada sibuk mencari kopi instan, kenapa tidak kembali ke tradisi lama? Yuk, nikmati minuman tradisional sambil mendengarkan suara hujan yang jatuh ke tanah. Kehangatan sederhana ini membuat musim hujan terasa lebih ramah dan penuh kenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *